Gerak Jalan Turen - Malang
Peserta gerak jalan tradisional Turen-Malang 2008 yang memasuki finis disambut ribuan penonton yang memadati stadion luar Gajayana Malang, Sabtu (10/5) malam. Dalam even kali ini Yuli Setyo Budi, 51, warga Jl Selorejo 306 Kota Malang berhasil menjadi peserta tercepat masuk finis pukul 18.30 WIB.
Yuli Setyo Budi yang saat ini bertugas di Polresta Malang mengaku telah menargetkan menjadi peserta tercepat dalam gerak jalan tradisional Turen - Malang tahun ini.
Untuk mencapai target, Yuli menerapkan strategi khusus dengan berlari mulai start hingga kilometer 11. “Kalau sejak awal tertalu santai saya justru gampang lelah sehingga kondisi saya langsung drop,” ujar Yuli yang mengaku sudah tujuh kali ikut gerak jalan Turen-Malang, Sabtu (10/5).
Ditambahkan, sebelum lomba, pria yang ikut dalam kategori perorangan ini telah melakukan persiapan khusus. Setiap hari Selasa dan Sabtu, Yuli mempersiapkan fisiknya dengan berlari ringan sejauh 6 km. Ini dilakukan agar kondisi fisiknya tetap terjaga hingga waktu lomba tiba.
Selain peserta tercepat, panitia juga menyediakan kategori lain untuk diperebutkan para peserta di antaranya, peserta kostum terbaik yang diraih regu Apache, peserta termuda diraih Adenia Novanda Putri yang berumur 8 th sedangkan Sumardi,89, sebagai peserta tertua.
Untuk peserta favorit diraih regu yang mengenakan kostum Shaolin. Para pemenang dari kategori yang ada diberi hadiah tropi dan uang pembinaan dengan nilai total Rp 75 juta.
Penentuan para pemenang semakin semarak ketika panitia mengumumkan pemenang hadiah undian lima sepeda motor. Lima unit sepeda motor yang banyak diminati peserta akhirnya diraih Elin, peserta dari Lawang, Zainul Arifin dari Jl Letjen S Parman, Hadi Susanto dari Sukun, Agus Gepeng dari Blitar dan Wawan dari Turen.
Jumlah perserta gerak jalan Turen-Malang tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun lalu jumlah peserta mencapai 13.000 orang dan tahun ini naik menjadi 14.876 orang.
Rute gerak jalan yang dilepas Wakil Bupati Malang, Drs Rendra Kresna di Stadion Gunung Kembar juga mengalami perubahan. Tahun ini rute yang dilewati meliputi Pasar Gadang, Jl Satsuit Tubun, Jl Brigjen Slamet Riyadi, Klayatan, Tanjung, Talun, Jl Kawi, Jl Bromo dan finis di Jl Semeru.
Wali Kota Malang, Drs Peni Suaparto MAP saat didaulat menyerahkan hadiah mengatakan, even akbar ini merupakan ajang untuk memotivasi para peserta dalam berkreasi. Peserta mampu menampilkan kreatifitasnya hingga mampu membuat para penonton terhibur. (st26, sumber : surya)

Komentar Anda