Komdis - Pengda Berseberangan

Terkait Atribut Aremania di PG
Sanksi Aremania bukan hanya berlaku di kompetisi resmi PSSI. Di ajang Piala Gubernur (PG) VII atau Liga Jatim 2008, sanksi tanpa atribut tersebut juga diberlakukan. Itu artinya, selama penyelenggaraan PG yang dimulai 15 Mei mendatang di Stadion Kanjuruhan, Aremania yang hadir di stadion tak boleh menggunakan atribut.

Kepastian Aremania tak boleh menggunakan atribut disampaikan langsung Asisten Manajer Muhammad Taufan. Mantan wartawan tersebut telah menghubungi Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Pandjaitan. “Saya sudah SMS kepada Hinca untuk menanyakan apakah Aremania boleh beratribut di PG. Hinca menjawab bahwa Aremania belum bisa beratribut hingga sanksi Aremania selesai,” jelas Taufan.

Aremania sendiri mendapatkan sanksi selama dua tahun setelah melakukan aksi perusakan di Stadion Brawijaya Kediri pada saat babak delapan besar Ligina

Karena sudah mendapatkan SMS dari Hinca itulah, maka manajemen untuk sementara berharap agar Aremania tidak menggunakan atribut ketika datang ke Kanjuruhan. Hinca sendiri hingga berita ini ditulis tak bisa dihubungi. Beberapa kali Radar berusaha menghubungi HP-nya namun tak diangkat.

Sikap berbeda ditunjukkan Pengda PSSI Jatim. Ketua Pengda PSSI Jatim Haruna Soemitro mengatakan, larangan yang ditetapkan Hinca tersebut tak ada kaitannya dengan PG. “Ajang PG tak ada urusannya dengan sanksi PSSI. Sebab PG itu turnamen, bukan even resmi PSSI,” jelas Haruna, ketika dihubungi melalui telepon kemarin.

Kalaupun yang mengadakan itu adalah Pengda PSSI Jatim yang merupakan notabene PSSI, maka sanksi itu tak serta merta berlaku. Dalam sanksi komdis, jelas Haruna, disebutkan bahwa Aremania dilarang beratribut di even PSSI yakni kompetisi resmi. Tidak ada yang menyebutkan bahwa sanksi juga berlaku kepada even yang diselenggarakan pengda ataupun pengcab PSSI di daerah. Karenanya, dia tetap mempersilakan Aremania untuk hadir ke stadion. “Sanksi komdis tak berlaku di PG. Aremania datang saja ke stadion. Tak akan ada sanksi tambahan bagi Aremania bila menyaksikan PG,” jaminnya.

Aremania sendiri menanggapi bahwa sikap komdis tak berdasar. Surtato, Aremania korwil Bululawang menjelaskan, sanksi Aremania itu hanya untuk kompetisi nasional. Karenanya, Aremania tetap akan tampil menggunakan atributnya di PG.

Namun, Aremania tak akan menggunakan atribut jika manajemen Arema sudah mengintruksikan Aremania tak menggunakan atribut. “Jika manajemen sudah mengimbau Aremania tak beratribut, kami akan mematuhinya. Kasihan Arema kalau nanti kena sanksi lagi dari komdis,” terang Surtato.

Untuk mengantisipasinya, Aremania sudah menyiapkan beberapa kreativitas. Misalnya menggunakan batik ataupun baju takwa seperti yang dilakukan Aremania ketika babak delapan besar di Sidoarjo lalu.

Ahmad Ghozali dari korwil Klayatan juga menyayangkan sikap komdis. Menurutnya, bila perlu Aremania tak mematuhi PSSI. Sebab, PSSI juga tak mematuhi induk organisasinya, AFC atau FIFA, untuk mengubah pedoman dasar dan melengserkan ketua umumnya: Nurdin Halid. (fir/abm, sumber : jawapos)

This entry was posted on Tuesday, 13th May 2008 and is filed under Olahraga. Anda dapat memantau komentar pada berita ini melalui RSS 2.0 feed. Anda bisa mengirim komentar, atau lacak balik dari website anda.

Komentar Anda