Olimpiade Anak Jalanan

Anak jalanan (Anjal) selalu identik dengan kesan kumuh, tak terurus dan nakal. Kesan itu tak sepenuhnya benar, karena ada Anjal yang punya bakat terpendam memainkan gitar, ketipung, catur, basket hingga game cerdas cermat.

Sejak pagi 25 lebih Anjal tampak sudah stand by di depan kampus Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya, Minggu (11/5). Beberapa dari mereka tampak membawa gitar dan ketipung kesayangan mereka. Para anjal itu berkumpul untuk mengikuti Olimpiade Anjal yang seumur hidup baru pertama mereka ikuti.

“Kalau lomba tujuh belasan kami sering ikut. Tapi kalau lomba cerdas cermat baru diutus sekarang,” ungkap salah seorang Anjal yang sengaja memakai baju seragam SD (merah-putih-red) karena pakaian terbaiknya hanya seragam yang diberikan gratis oleh sekolahnya.

Sebagian dari peserta juga memanfaatkan pakaian olahraga mereka untuk menyakinkan panitia dan lawan mereka bahwa tim mereka paling siap memenangkan olimpiade dan memboyong piala juara umum ke rumah singgah mereka. Tak kurang dari empat utusan dari empat rumah singgah dan sanggar belajar Anjal ikut ambil bagian dalam olimpiade.

“Kami tak hanya menggali potensi olahraga, tetapi juga menyediakan lomba cerdas cermat tetapi diseting seatraktif mungkin. Dimana peserta diberi peta untuk menemukan bendera berisi pertanyaan yang kami sebar diseluruh kawasan FH. Ini melatih psikomotorik dan otak peserta juga,” ungkap Ristrian, salah seorang panitia.

Olimpiade khusus untuk Anjal ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa FH untuk menjalankan proyek Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang dibiayai Dikti. “Ini kami angkat untuk mendapat suport dana dari Dikti, mengingat selama ini Anjal belum dipandang sebagai salah satu golongan anak bangsa yang juga punya prestasi,” beber Anggi Valentinata Goenadi, ketua panitia Olimpiade Anjal, Minggu (11/5).

Menurut Anggi, olimpiade yang bertama “Ketika Prestasi Tak Lagi Mimpi” ini diharapkan mampu membuka mata dan perhatian berbagai lembaga yang terkait untuk lebih peduli dengan potensi yang ada di jalanan. Bahwa prestasi bukan saja milik anak yang duduk di sekolah reguler dan yang ada di sekolah luar biasa saja. “Siswa SLB saja punya prestasi lebih, apalagi Anjal. Sayangnya pemerintah hanya menganggap Anjal sebagai sampah jalanan,” tandasnya. (Renni Susilawati, sumber : surya)

This entry was posted on Monday, 12th May 2008 and is filed under Pendidikan. Anda dapat memantau komentar pada berita ini melalui RSS 2.0 feed. Anda bisa mengirim komentar, atau lacak balik dari website anda.

4 Komentar to “Olimpiade Anak Jalanan”

  1. Nurmachmud on 19th May 2008 at 4:09 am

    sangat bagus sekali acaranya, sekaligus untuk melatih kepandaian anjal. kalau ada acara lagi mohon saya diberi tahu biar nantinya adik-adik binaan kami ikut dalam olimpiade tersebut. sebagai info saya aktif di sebuah LSM yang konsen dengan permasalahan anjal, yaitu Rumah Singgah Diponegoro yang beralamat di Jogjakarta. untuk informasi lebih lanjut krim e-mail aja. terimakasih semoga dengan kegiatan ini anjal tidak lagi mendapat image yang kurang baik yang diberikan oleh masyarakat tanpa penawaran dengan mereka (anjal). sukses selalu. semoga anjal semakin mempunyai daya saing dengan orang yang selama ini dianggap normal.

  2. sulviana on 3rd July 2008 at 7:59 pm

    saya mau tanya,,,saya mau observasi tenteng rumah singgah se malang raya,,,bisakah anda membantu saya mencari tahu alamatnya??kalau ada,,mohon dibalas ke alamat email saya…
    terimakasih

  3. MalangInfo.com on 4th July 2008 at 7:05 am

    @ Nurmachmud :
    setuju, semoga semakin banyak acara2 serupa berikutnya….

    @ sulviana :
    silahkan anda menghubungi DInas Infokom dan Pariwisata kota Malang atau kota Batu

  4. shara on 9th July 2008 at 4:20 pm

    keren nih
    kalu bisa diadakan sering aja.kan juga bisa mengasah bakat anjal juga.siapa tau ada yang punya bakat terpendam.

Komentar Anda