Pembelian Premium Melonjak

Kapan kepastian BBM naik, belum jelas. Namun warga Kota Malang mulai panik. Kemarin para pemilik kendaraan ramai-ramai membeli BBM. Akibatnya, selain jumlah penjualan premium meningkat drastis, sempat terjadi antrean disejumlah SPBU.

Antrean pembelian premium yang didominasi pemilik sepeda motor terjadi di SPBU Jalan Bandung. Pemandangan yang sama juga terlihat di SPBU Jalan Mayjen Wiyono. Begitu juga di SPBU Jalan Panglima Sudirman sempat terjadi penumpukan kendaraan yang mengisi premium.

Sejumlah pengantre mengakui sengaja ingin ‘menimbun’ BBM dalam tangki motornya. ‘’Pokoknya menjelang kenaikan BBM, tangki harus penuh. Jadi kalau naik, isi tangki masih aman untuk beberapa hari,’’ kata Faisal, pengendara motor saat antre di SPBU Jalan Bandung.

Pengantre lainnya mengatakan khawatir kalau menjelang kenaikan harga BBM terjadi kelangkaan premium. ‘’Ya, buat jaga-jaga saja, khawatir kalau langka,’’ kata Riana, warga Sawojajar saat ditemui di SPBU Jalan Mayjen Wiyono.

Ditiga SPBU tersebut, juga terjadi kenaikan penjualan premium. Sugiyanto, petugas SPBU 5465113 Jalan Panglima Sudirman mengatakan, kemarin perharinya penjualan premium meningkat sebanyak 6 Kiloliter. ‘’Sekarang terjadi lonjakan omzer per hari. Untuk penjualan premium saja, naik jadi 30 Kiloliter hingga 32 Kiloliter per hari,’’ jelas Sugiyanto.

Padahal dihari-hari biasanya, dalam sehari hanya 26 Kiloliter premium yang terjual. Kenaikan jumlah premium yang dijual terjadi sejak pekan lalu. ‘’Ya karena ramainya berita tentang harga BBM yang akan dinaikan itu,’’ kata Sugiyanto.

Selain premium, angka pembelian solar juga ikut naik. Jumlah kenaikannya sebesar 2 ton per hari. ‘’Biasanya yang terjual delapan ton per hari, sekarang naik menjadi 10 ton per hari,’’ jelasnya.

Di SPBU Jalan Bandung juga terjadi kenaikan pembelian premium. Supriyadi, petugas SPBU Jalan Bandung mengatakan, kenaikan pembelian premium mencapai 800 sampai 1000 liter. ‘’Yang banyak beli premium sepeda motor. Sedangkan mobil masih stabil saja,’’ kata dia.

Sedangkan di SPBU Jalan Mayjen Wiyono, pembelian premium meningkat hingga 2 Kiloliter per hari. Kepala Stok SPBU Jalan Mayjen Wiyono, Joko Santoso mengatakan, pekan lalu setiap harinya menjual 30 Kiloliter premium, namun sekarang naik menjadi 32 Kiloliter.

Kendati pembelian premium meningkat, stoknya tetap aman. ‘’Suplay dari Pertamina lancar. Jadi tidak ada persoalan,’’ kata Sugiyanto, petugas SPBU Jalan Panglima Sudirman. Begitu juga di SPBU lain.

Sementara itu, pembelian premium di SPBU menggunakan jiriken tidak dilayani petugas, alasannya ada larangan dari Pertamina. Kalau pun membolehkan, itu hanya untuk darurat saja, seperti pengendara kehabisan premium di jalan.

Sementara itu, kemarin di gedung DPRD Kota Malang, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Koordinator Komisariat UMM menggelar unjuk rasa.

Dengan tegas, mereka menolak kenaikan harga BBM. Dalam pernyataan sikapnya, IMM menyatakan, kenaikan harga BBM dari sikap kebijakan pemerintah SBY-Kalla yang tidak tegas dan tidak konsisten. (van/avi/Vandri Van Battu, sumber : malangpost )

This entry was posted on Tuesday, 13th May 2008 and is filed under Ekonomi. Anda dapat memantau komentar pada berita ini melalui RSS 2.0 feed. Anda bisa mengirim komentar, atau lacak balik dari website anda.

Komentar Anda