Displin Masyarakat Masih Rendah

Tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia ternyata masih sangat rendah. Pelaksanaan kegiatan yang sering molor, antrean tiket yang tak teratur, hingga seringnya siswa terlambat masuk sekolah adalah beberapa di antara contohnya. Hal ini dikemukakan Direktur Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa, Drs. Budi Priadi, M.Ap, di sela-sela acara Diskusi dan Dialog Peningkatan Apresiasi Masyarakat terhadap Budaya Disiplin di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang kemarin.

Menurutnya, mendisiplinkan masyarakat adalah aspek paling penting bagi bangsa. Terutama untuk kalangan anak-anak dan remaja. Terlebih lagi dalam menghadapi era global. “Jiwa disiplin bangsa kita memang masih sangat kurang. Padahal jika masyarakat kita dibiasakan hidup berdisiplin sejak dini, ke depannya juga akan bagus,” ujarnya kepada Malang Post.

Ditambahkannya, kegiatan seperti ini juga bisa digunakan sebagai salah satu jalan memupuk kedisiplinan. Hanya saja, semua paparan yang disampaikan hendaknya bukan sekadar teori saja, melainkan harus diapresiasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pth Wali Kota Malang, Ir. Ahmad Basuki, M.M. mengungkapkan, budaya disiplin memang harus dipupuk sejak dini, terutama pada saat usia sekolah. Pasalnya, anak dalam usia ini lebih mudah menerima dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan yang diprakarsai Dirjen Nilai Budaya, Seni, dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata ini sendiri berlangsung sangat meriah. Total 100 peserta dari SMP dan SMA se-Kota Malang mengikuti lomba karya ilmiah dan puisi bertema kedisiplinan. Mereka kemudian disaring menjadi 24 peserta yang nantinya memperebutkan Juara I, II, dan III.

“Kami melihat kondisi masyarakat saat ini cenderung sudah banyak yang meninggalkan budaya disiplin. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan mereka lebih bisa menghargai kedisiplinan. Selain itu, kemandirian juga bisa terus meningkat,” jelas Drs. Duta Indra S., ketua panitia.(mp4/lim) (mp4)

This entry was posted on Sunday, 31st August 2008 and is filed under Sosial. Anda dapat memantau komentar pada berita ini melalui RSS 2.0 feed. Anda bisa mengirim komentar, atau lacak balik dari website anda.

Komentar Anda