Ramai-Ramai Pawai Sambut Ramadan
Pawai untuk mengingatkan masyarakat akan datangnya bulan Ramadan 1 September besok mewarnai Kota Malang. Pada H-2 puasa kemarin, beberapa sekolah dan ormas turun ke jalan mengampanyekan bulan penuh berkah tersebut.
Para siswa Madrasah Ibtidaiyah Jenderal Sudirman (MIJS), misalnya. Mengenakan pakaian muslim dan berjalan kaki, mereka berkeliling area sekitar sekolah. Beberapa siswa lelaki juga membawa alat bunyi-bunyian layaknya musik patrol. Plus dengan kalung sarung yang sering dikenakan para relawan patrol di kampung-kampung. Usai berkeliling, para siswa bersalaman dengan para guru dan karyawan sebagai tanda memohon maaf atas kesalahan yang diperbuat sebelumnya.
Sekitar 750 siswa TK Islam dan SD Sabilillah mulai pukul 07.00 juga turun menyambut Ramadan. Mereka berkeliling mengingatkan masyarakat akan datangnya puasa. Menggunakan becak berhias dan berjalan kaki, para bocah tersebut sesekali bersalawat.
Ratusan poster dibentang bocah-bocah itu. Ada yang bernada mengingatkan, ada nukilan dari ayat-ayat Alquran, dan ada juga sindiran membangun. “Puasa, anak kecil saja bisa”. Begitu salah satu isi poster yang dibentang menyusuri Jalan Borobudur-Soekarno Hatta-Candi Kidal-Candi Trowulan, dan kembali ke Jl Ahmad Yani.
M. Khoiron -Waka Kesiswaan SD Sabilillah- mengatakan, pondok Ramadan akan digelar sebulan. Tahapan-tahapannya adalah pondok Ramadan di sekolah hingga 13 September, diteruskan pondok Ramadan di luar sekolah. Kegiatannya antara lain tadarus di instansi dan musala sekitar sekolah, pembagian zakat dan infak, serta mondok di Ponpes Al Irsyad Gasek.
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga menggelar long march, orasi, dan membagi booklet berisi tauziah menjelang puasa. Rute yang mereka lewati adalah Stadion Gajayana-Jalan Ijen-Jalan Kawi-Jalan Arjuno-Bunderan Tugu, dan finis di Alun-Alun Kota Malang.
Mush’ab Abdurrahman -humas HTI Malang- menyatakan, HTI mengeluarkan tiga seruan. Pertama, umat muslim diharapkan menyambut dan melaksanakan ibadah di bulan penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Kedua, menjauhi maksiat (larangan Allah). Ketiga menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan. (yos/yn/jawapos)

Komentar Anda