Mahasiswa Unitri Ditelan Ombak

Dua mahasiwa Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri), hilang ditelan gelombang pantai Jolosutro Kecamatan Wates Kabupaten Blitar, Minggu siang (31/8) lalu. Kedua mahasiswa semester 6 itu, bermaksud mandi di pantai Jolosutro sebagai bentuk perpisahan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang selesai kemarin. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR (Search and rescue) dari Malang Selatan Rescue (MSC) belum berhasil menemukan jenasah keduanya.

Kedua korban adalah Edi Lutfi mahasiswa asal Pamekasan Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip dan Rahimin mahasiswa asal Sambas Kalimantan Barat Jurusan Peternakan. Keduanya mengikuti program KKN sejak sebulan yang lalu di Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar.

Seharusnya, hari ini keduanya sudah kembali ke kampus tercinta di Jalan Telaga Warna blok C Kelurahan Tlogomas Kecamatan Dinoyo Kota Malang.

‘’Teman-teman sebenarnya setiap hari mandi di pantai itu. Khusus hari Minggu itu, kami memang kesana karena Senin masa KKN sudah habis,’’ ujar Dody Setiawan mahasiswa semester 9 Fisip.

Menurut Dody, peristiwa itu berlangsung sangat cepat, tiba-tiba saja keduanya hilang terseret arus. Ceritanya, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB, keduanya pergi ke pantai bersama beberapa teman lainnya. Begitu tiba di pantai, Edi dan Rahimin berebut paling cepat berenang di pantai Jolosutro yang indah.

‘’Setelah di air mereka langsung hilang. Melihat kondisi tersebut, teman-teman mengurungkan niat berenang. Tepat pukul 14.30 WIB, mereka dipastikan benar-benar hilang. Kami langsung menghubungi tim SAR. Sampai saat ini (kemarin, Red.) masih terus dicari,’’ imbuh Dody.

Dody mengatakan saat peristiwa itu berlangsung, teman-teman korban yang masih didarat berupaya untuk menolong. Namun niat mereka dicegah beberapa nelayan setempat, karena arus pantai terlalu kuat.

Namun versi lain menyebutkan, justru dua mahasiswa yang terseret arus itu mencoba menolong mahasiswa lainnya, yang terlihat mandi dan butuh pertolongan. Waktu itu, konon ada empat mahasiswa yang sudah mandi.

‘’Lutfi itu mau menolong teman mahasiswa lainnya, tapi terseret juga,’’ kata Shodiq salah satu staf kemahasiswaan kampus setempat.

Sementara itu Kasubag Sanditel Pemkab Malang Bagyo Setiono membenarkan hal itu. Bahkan saat dihubungi, proses pencarian masih terus dilakukan.

‘’Saat ini (kemarin, Red.) tim sukarelawan masih disana memantau dari darat. Kita hanya bisa mengandalkan teropong. Biasanya tubuh orang yang tenggelam mengambang setelah beberapa hari, perut menggelembung seperti pelampung,’’ ujar pria yang akrab disapa Walet itu di Kantor Pemkab kemarin. (ary/avi/Ary Bagus Wicaksono/malangpost)

This entry was posted on Tuesday, 2nd September 2008 and is filed under Headline News. Anda dapat memantau komentar pada berita ini melalui RSS 2.0 feed. Anda bisa mengirim komentar, atau lacak balik dari website anda.

Komentar Anda