Pemain Persikoba Tuntut Gaji
Puluhan pemain dan ofisial Persikoba Kota Batu kemarin (1/9) ngluruk ke kantor Pemkot Batu dan DPRD Kota Batu. Kedatangan mereka untuk meminta kepada Wali Kota Batu Eddy Rumpoko segera mencairkan gaji pemain dan ofisial. Karena sejak kompetisi Divisi I bergulir, pemain baru mendapatkan satu kali gaji, yakni pada Mei 2008 lalu.
Namun sayang, upaya pemain untuk bertemu dengan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko gagal. Sebab Eddy sedang tidak berada di kantor pemkot. Selain gagal ketemu wali kota, mereka juga sama sekali tidak ditemui satu pejabat pun dari eksekutif. Merasa tidak ada yang menggubris, pemain Persikoba melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Kota Batu. Dalam kesempatan itu, sekitar 20 pemain dan ofisial diterima Ketua DPRD Kota Batu Mashuri Abdul Rochim.
Manajer Persikoba Ainur Rofiq mengatakan, pihaknya tidak mengerti hingga saat ini anggaran Persikoba belum cair. Padahal anggarannya sudah dianggarkan dalam APBD 2008. Sehingga sejak kompetisi bergulir dan Persikoba lolos 12 besar Divisi I, pengurus sudah mempunyai utang kepada pihak ketiga sebesar Rp 1,7 miliar. “Jika ini tidak cair, maka utang kami semakin besar. Sebab tiap bulannya dikenakan bunga,” terang Ainur Rofiq, di DPRD Kota Batu, kemarin.
Utang sebesar Rp 1,7 miliar tersebut, lanjut Rofiq, porsi terbesar digunakan untuk membayar gaji 22 pemain sebesar Rp 900 juta. Sedangkan sisanya digunakan untuk biaya operasional panitia pelaksana di Stadion Brantas dan operasional laga away ke beberapa kota.
Rofiq menambahkan, dalam APBD Kota Batu, Persikoba telah dialokasikan dana Rp 5 miliar. Dari anggaran tersebut, Persikoba sudah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,2 miliar yang merupakan bantuan dari kesra. Anggaran tersebut sudah digunakan untuk gaji pemain dan kebutuhan panpel Mei 2008 lalu.
Namun dengan aturan yang baru, sisa anggaran harus melalui satu pintu, yakni KONI. Sebab anggaran tersebut statusnya hibah dari pemerintah, bukan lagi bantuan dari kesra. Manajemen Persikoba pun juga sudah mengajukan anggaran ke KONI, tapi hingga saat ini anggaran tersebut tidak kunjung cair juga.
Ketua DPRD Kota Batu Mashuri Abdul Rochim mengatakan, pihaknya telah mendapatkan pengaduan dari tim Persikoba. Dirinya juga tidak mengerti kenapa anggaran Persikoba belum cair, padahal anggarannya telah dialokasikan dalam APBD.
Mashuri menegaskan, pihaknya telah melakukan kontak dengan Wali Kota Eddy Rumpoko. Keputusan sementara, anggaran Persikoba akan dicairkan dalam waktu tiga hari mendatang. “Kami berharap eksekutif bisa menepati janji. Apabila tidak cair, kami akan menagihnya,” tegas politisi asal Golkar ini.
Pejabat Pemkot Kelabakan
Aksi Puluhan pemain dan ofisial Persikoba Kota Batu itu membuat kelabakan sejumlah pejabat Pemkot Batu. Seperti halnya Plt Sekda Pemkot Batu, Sundjojo. Dia mengaku belum tahu menahu tentang persoalan yang melilit Persikoba, sehingga ngluruk ke balaikota. “Saya belum mengerti persoalannya,” katanya.
Bahkan saat didesak tindakan yang bakal dilakukan, dia tampak enggan menyebutkan. “Saya masih mau mencoba mengerti. Nanti kalau sudah saja saya kasih tahu,” kata ketua Tim Anggaran Pemkot Batu ini.
Senada, juru bicara Wali Kota Batu Eko Suhartono, juga mengatakan belum mengetahui apa penyebab belum cairnya dana Persikoba. Eko bahkan minta waktu sebelum memberikan komentar. Sebab, dia akan menghadap wali kota untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Nanti setelah ketemu saja saya kabari,” kata Kepala Bagian Pemerintahan ini.
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Pemkot Batu Susetya Herawan enggan memberikan penjelasan seputar ngadatnya dana Persikoba ini. “No Comment. Saya tidak mau komentar soal ini,” katanya sambil berlalu. (gus/yak/abm/jawapos)

Komentar Anda