Tak Temukan PNS Bolos
Badan Pengawas (Bawas) Pemkot Malang turun memantau ritme kerja PNS pada hari pertama Ramadan kemarin. Sasaran sidak (inspeksi mendadak) itu PNS di lingkungan balai kota. Sidak dilakukan tepat setelah apel pagi pukul 08.00.
Hasilnya, tidak ditemukan PNS yang indisipliner. Bahkan, pada hari pertama Ramadan, tidak ada PNS yang absen. “Sementara belum ditemukan PNS ‘nakal’. Mungkin karena bertepatan juga dengan hari gajian,” ujar Kepala Bawas Pemkot Malang Parmin di ruang kerjanya.
Sidak Bawas pada Hari Pertama Ramadan
Kendati belum menemukan tindak indisipliner di lingkungan balai kota, Parmin mengaku akan terus memantau kinerja PNS selama Ramadan berlangsung. Apalagi, biasanya momen puasa dijadikan alasan tak masuk kantor. “Pantauan dalam bentuk sidak kami utamakan di tempat-tempat pelayanan umum,” kata dia.
Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) layanan umum yang dijadikan fokus pantauan di antaranya SKPD perizinan, kesehatan, dan pendidikan. Bahkan, mal-mal juga tak luput dari sasaran pantau. Ini karena hal paling umum dilakukan PNS saat puasa berlangsung adalah belanja di mal. “Sebenarnya pengendalian langsung ada di masing-masing SKPD. Bawas terjun langsung agar pengawasan lebih efektif,” tandas Parmin.
Jika dalam perjalanan nanti ditemukan PNS yang melakukan indisipliner kerja, bawas telah menyiapkan bentuk sanksi. Pertama jelas teguran lisan. Jika teguran ini tak mempan, teguran tertulis melayang. Kalau tak mempan juga, sanksi ringan diberikan sampai akhirnya diberlakukan sanksi berat. “Sanksi berat bisa saja berupa penurunan pangkat. Ini jika tindak indisipliner sudah parah. Misalnya, tak masuk kantor dalam kurun lama,” jelas Parmin.
Namun, sebelum sanksi itu diterapkan, lanjut laki-laki asal Nganjuk itu, bawas tetap melakukan cek dan ricek. Termasuk melihat langsung kondisi PNS terkait dan alasan-alasan tak masuk kerja. “Kami berharap, meski sedang puasa, PNS harus bekerja seperti biasa. Jangan sampai bandel atau bolosan,” ujar Parmin.
PNS Tak Terpengaruh Puasa
Badan Pengawas (Bawas) Pemkot Malang turun tangan memantau ritme kerja PNS di hari pertama Ramadan kemarin. Sebagai sasaran, PNS di lingkungan kantor pemerintah kota (pemkot) mendapat giliran perdana inspeksi mendadak (sidak). Sidak dilakukan tepat setelah apel pagi pukul 08.00.
Kepala Bawas Parmin mengungkapkan, sementara belum ditemukan indikasi PNS indisipliner. Bahkan, di hari pertama Ramadan, semua PNS tidak ada yang absen. ”Sementara belum ditemukan PNS nakal. Mungkin karena bertepatan juga dengan hari gajian,” ujar Parmin di ruang kerjanya.
Kendati belum menemukan tindak indisipliner di kalangan pegawai pemkot, Parmin mengaku akan terus melakukan pantauan kinerja PNS selama Ramadan berlangsung. Apalagi, biasanya momen puasa dijadikan alasan tak masuk kantor. ”Pantauan dalam bentuk sidak kami utamakan pada tempat-tempat pelayanan umum,” kata dia.
Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) layanan umum yang dijadikan fokus pantauan di antaranya SKPD perizinan, kesehatan, dan pendidikan. Bahkan, mal-mal juga tak luput dari sasaran pantau. Ini karena hal paling umum dilakukan PNS saat puasa berlangsung adalah belanja di mal. ”Sebenarnya pengendalian langsung masing-masing SKPD. Bawas terjun langsung agar pengawasan lebih efektif,” tandasnya.
Jika dalam perjalanan nanti, lanjut laki-laki asal Nganjuk itu, ditemukan PNS yang melakukan indisipliner kerja, bawas telah menyiapkan bentuk sanksi. Pertama jelas teguran lisan, jika teguran ini tak mempan maka teguran tertulis. Tak mempan juga, sanksi ringan diberikan, sampai akhirnya diberlakukan sanksi berat. ”Sanksi berat bisa saja penurunan pangkat. Ini jika tindak indisipliner sudah parah. Misalnya, tak masuk kantor dalam kurun lama,” jelas Parmin.
Namun, sebelum sanksi itu diterapkan, kata dia, sebelumnya bawas tetap melakukan cek dan ricek. Termasuk, melihat langsung kondisi PNS terkait dan alasan-alasan tak masuk kerja. “Kami berharap, meski sedang puasa PNS di lingkungan Pemkot harus bekerja seperti biasa. Jangan sampai mbandel atau bolosan,” kata dia. (nen/yen/war/jawapos)

Komentar Anda